Selasa, 03 Januari 2012

Figur Calon Bupati Bermunculan

Majalengka - Rencana pengusungan kembali Bupati Majalengka, H Sutrisno menjadi calon bupati (cabup) masa periode 2013-2018 dari PDIP yang saat ini mencuat ke publik, tampaknya mendorong munculnya figur-figur lain dari partai besar dalam menghadapi agenda Pilbup 2013 mendatang.
Beberapa nama yang muncul di tengah menghangatnya Pilkada 2013, diantaranya DPD Partai Golkar H. Yomanius Untung, Ketua DPC Partai Demokrat Majalengka, H Fuad Abdul Aziz, Ketua DPD PKS Majalengka, Asep Aminudin, Ketua DPC PPP Majalengka, H Pepep Saeful Hidayat, dan Ketua DPC PKB Majalengka, Nasir.
Bahkan, sejumlah tokoh masyarakat seperti H Nazar Hidayat (Abah Encang) juga disebut-sebut siap dicalonkan kembali pada bursa pemilukada Majalengka mendatang. Termasuk nama Wakil Bupati Majalengka, H Karna Sobahi, yang dipastikan maju kembali memperebutkan kursi bupati atau malah tetap berkoalisi mewujudkan "SUKA' jilid dua. Dan masih banyak kandidat lainnya yang tengah menunggu momen untuk muncul kepermukaan.
Pemerhati politik Kab. Majalengka, Agus Asri Sabana, membenarkan saat ini mulai bermunculan figur cabup jelang Pemilukada Majalengka pada 2013. Bahkan, seiring dengan menghangatnya Pilkada 2013, Agus memastikan ada beberapa kekuatan politik yang bakal muncul pada awal 2012 mendatang.
"Apabila melihat dari peta kekuatan partai saat ini, sedikitnya ada lima kekuatan besar partai di Majalengka, yakni PDIP, Golkar, PKB, PKS dan PPP yang siap bertarung. Namun PDIP tetap diunggulkan karena raihan kursi di atas 15 %. Oleh karena itu PDIP bisa memberangkatkan calon tanpa harus koalisi dengan partai lain," katanya.
Kekuatan PDIP ini tidak terlepas dari aturan main berdasarkan UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah yang menyatakan parpol yang meraih kursi di DPRD di atas 15% dapat mencalonkan kepala daerah secara mandiri.
Masih menurut Agus, dalam hal ini PDIP Majalengka sudah memastikan kembali mengusung incumbent H. Sutrisno. Namun, untuk partai yang lainnya sendiri dipastikan akan melakukan koalisi untuk memenuhi kuota 15%. "Prediksi saya, biasanya ketua umum itu calon terkuat untuk maju menjadi calon bupati. Misalnya Demokrat akan mengusung H Fuad Abdul Aziz, dari PKB Nasir, dari PKS Asep Aminudin, dari PPP H Pepep dan sebagainya," katanya.
Adapun mengenai nasib wabup saat ini, Agus menunggu hasil RUU Pemilu yang menyebutkan, ke depan pemilukada itu hanya diikuti satu kandidat. Sedangkan mengenai wakilnya nanti akan ditentukan oleh kepala daerah terpilih.
"Jadi ke depan itu ada empat kekuatan yang sangat berperan untuk meraih kemenangan. Pertama kekuatan figur yang diusung harus dikenal ketokohannya di masyarakat, kedua mesin politik, ketiga kekuatan uang, dan keempat unsur birokrasi," urainya. (C-22/Kabar Cirebon)

0 komentar:

Poskan Komentar